×

Hubungi Kami

Tekan rem

Beranda >  BLOGS >  Dokumen Teknis >  Tekan rem

Masalah Umum dan Solusi dalam Pemrosesan Bending Lembaran Logam

Jan.29.2026

Pembengkakan lembaran logam adalah proses umum dalam manufaktur, namun masalah kualitas sering muncul selama operasi aktual. Artikel ini menganalisis tiga masalah khas—deformasi, ketidakrataan benda kerja dan keausan permukaan, serta retak dan celah—dan memberikan solusi yang sesuai.

image1

I. Masalah Deformasi

Deformasi terutama tampak sebagai deformasi pada posisi lubang, deformasi di dekat area pembengkakan, dan deformasi setelah pekakuan atau pekakuan ulang. Penyebab dan solusinya adalah sebagai berikut:

Penyebab Kemungkinan:

Gesekan berlebih antara die dan benda kerja;

Kecepatan operasi peralatan terlalu tinggi, sehingga kecepatan deformasi melebihi kecepatan penyesuaian operator terhadap benda kerja;

Tegangan tidak merata pada permukaan benda kerja atau ketidakrataan bawaan;

Penyelarasan lubang yang tidak akurat atau proses pemanan yang tidak tepat.

Solusi:

Tingkatkan tekanan pelat penekan, atau buat permukaan bertekstur pada pelat penekan untuk meningkatkan gesekan serta mencegah perpindahan benda kerja selama proses pembengkokan;

Kurangi kecepatan operasional peralatan, atau tingkatkan kecepatan operator dalam memberikan penopang dan penyesuaian terhadap benda kerja;

Atur kembali distribusi gaya, perluas rentang gaya pada permukaan bawah dan kurangi tekanan lokal pada permukaan atas, atau pastikan benda kerja diletakkan secara rata;

Optimalkan proses pemanan, tingkatkan metode pemanan, atau sesuaikan posisi lubang.

image2

II. Ketidakrataan Benda Kerja dan Keausan Permukaan

Jenis masalah ini terutama tampak sebagai permukaan ujung benda kerja yang tidak rata, dasar bagian cekung yang tidak rata, serta keausan pada permukaan luar setelah proses pembengkokan.

Penyebab Kemungkinan:

Selama proses pembengkokan, permukaan luar mengalami kontraksi tarik, sedangkan permukaan dalam mengalami ekspansi tekan, sehingga menyebabkan lendutan dan tonjolan pada permukaan ujung searah arah pembengkokan;

Bahan baku tidak rata, luas area kontak pelat ejektor kecil, atau tidak adanya perangkat ejektor pada cetakan;

Jari-jari penusuk tidak memadai, celah tekuk tidak memadai, atau permukaan bahan baku terlalu halus.

Solusi:

Tambahkan proses pembentukan, menerapkan tekanan yang cukup melalui penusuk dan cetakan, serta mendesain jari-jari cetakan yang sesuai dengan jari-jari luar;

Ratakan terlebih dahulu bahan baku, tambahkan perangkat ejektor atau perlengkapan pembentukan khusus;

Tingkatkan hasil akhir permukaan cetakan, perbesar jari-jari penusuk, dan sesuaikan celah tekuk secara tepat.

image3

III. Retakan dan Fissur

Retakan umumnya muncul pada sudut tekuk atau menyebar sepanjang arah butir selama proses tekuk.

Penyebab Kemungkinan:

Jari-jari tekuk dalam tidak memadai, plastisitas bahan tidak memadai, atau arah butir bahan sejajar dengan garis tekuk;

Mikrostruktur bahan khusus, rentan mengalami patah sepanjang arah butir yang sejajar.

Solusi:

Perbesar jari-jari tekuk penusuk, sesuaikan arah tata letak blanking, atau lakukan anil bahan, atau pilih bahan dengan plastisitas lebih baik;

Putar lembaran logam secara tegak lurus terhadap arah pembengkokan untuk pemotongan, atau tingkatkan jari-jari die atas (sudut R).

Dengan menganalisis penyebab secara sistematis dan menerapkan langkah-langkah penanggulangan proses yang sesuai, kualitas pembengkokan lembaran logam dapat ditingkatkan secara efektif, cacat produksi dikurangi, serta presisi dan ketahanan produk terjamin. Pembengkokan lembaran logam memerlukan pengalaman; amati cara tukang berpengalaman membengkokkan lembaran logam dan alasan di balik metode yang mereka gunakan. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai mesin pembengkok atau proses pembengkokan, silakan hubungi tim JUGAO CNC MACHINE kami.


email goToTop