Cara Menentukan Apakah Sistem Hidrolik Mengalami Kerusakan
Pertama, dengarkan pompa hidrolik dan sistemnya untuk mendeteksi kebisingan berlebih. Periksa adanya suara melengking dari komponen pengatur tekanan, seperti katup pelepas tekanan (relief valves) dan katup urutan (sequence valves). Dengarkan pula suara benturan, khususnya apakah benturan tersebut berlebihan saat silinder hidrolik pada meja kerja melakukan pembalikan arah, apakah piston menabrak dasar silinder, serta apakah katup pengarah menabrak tutup ujung selama proses pembalikan arah.
Kedua, sentuh bagian-bagian bergerak cetakan untuk memahami kondisi kerjanya.
1. Rasakan getaran: Rasakan getaran pada bagian-bagian bergerak dan pipa. Jika terdapat getaran frekuensi tinggi, selidiki penyebabnya.
2. Rasakan gerak merayap: Saat meja kerja bergerak pada kecepatan rendah di bawah beban ringan, rasakan adanya gerak merayap.
3. Rasakan kekencangan: Rasakan tingkat kekencangan dari batas gerak (stops), saklar mikro, dan sekrup pengikat.
Setiap orang memiliki persepsi yang berbeda, sehingga akan terjadi variasi. Namun, dengan latihan berulang, masalah ini pada akhirnya dapat diatasi. Metode ini terutama ditujukan bagi teknisi berpengalaman.
Cara Mencegah Kegagalan Press Hidrolik
ures
1. Kendalikan Kontaminasi Minyak Hidrolik: Tingkatkan pemeliharaan peralatan dan uji secara berkala kualitas minyak hidrolik. Sebelum mengganti minyak, bersihkan secara menyeluruh sistem hidrolik. Banyak sistem hidrolik pemboran lubang dalam tidak pernah mengganti minyaknya antar perawatan besar, yang sering kali menjadi bahaya keselamatan potensial.
2. Mengendalikan Kelebihan Panas dan Guncangan Hidrolik: Selama perawatan besar, ditemukan penuaan parah pada segel di bagian pemboran lubang dalam, terutama akibat kelebihan panas sistem. Suhu minyak hidrolik meningkat. Setelah silinder dikencangkan, posisikan katup pengarah di posisi tengah dan matikan stasiun pompa. Hal ini menghemat listrik serta memungkinkan suhu minyak di stasiun pompa mendingin secara cepat hingga kembali normal.
Karena penghentian pompa, pergantian benda kerja, dan sebagainya, sistem mengalami banyak kejutan. Pengoperasian sistem yang benar sangat penting. Jangan langsung membalik arah katup pengarah ketika sistem penjepit mengalami gangguan tanpa terlebih dahulu menyelidiki penyebabnya. Hal ini justru akan menyebabkan sistem berosilasi lalu berhenti. Hal ini terjadi karena kejutan dari press hidrolik menghambat katup pelepas tekanan merespons tepat waktu, sehingga sistem mengalami benturan. Kejutan berulang akibat tekanan tinggi dan kenaikan suhu sistem merusak segel, meningkatkan kebocoran, dan mengakibatkan penjepitan tidak sempurna. Metode yang benar adalah menjalankan stasiun pompa dalam kondisi idle beberapa kali sebelum menjepit silinder hidrolik, mengamati sistem untuk mendeteksi adanya abnormalitas; jika tidak ditemukan abnormalitas, baru kemudian mengoperasikan katup pengarah secara perlahan untuk memulai proses penjepitan. Dengan cara ini, masa pakai sistem dapat diperpanjang secara signifikan.






































