Perhitungan Sudut – Cara Menghitung Sudut Pembengkokan untuk Lengkungan Busur Besar
Perhitungan Sudut – Cara Menghitung Sudut Pembengkokan untuk Lengkungan Busur Besar

Perhitungan Sudut – Berapa Jumlah Lenturan yang Dibutuhkan untuk Lengkungan Berjari-Jari Besar dan Cara Menghitung Sudut Lentur
Metode 1
Bagaimana cara melengkungkan busur? (Tanpa menggunakan die khusus)

Seperti ditunjukkan di atas:
Ketebalan pelat T = 2 mm, sudut pusat = 90°
1. Hitung panjang busur:
Panjang Busur L = 90° × π ÷ 180° × Jari-Jari Sumbu Netral R59 = 92,63 mm
2. Pilih peralatan lentur:
Gunakan pisau lurus untuk die atas dan die bawah berbentuk V-8 (ketika membengkokkan busur, pilih lebar V minimum yang diizinkan, biasanya 4T hingga 6T).
3. Hitung umpan per pembengkokan:
Umpan per Pembengkokan = Setengah dari lebar V die bawah yang dipilih.
4. Hitung jumlah pembengkokan yang diperlukan:
Jumlah Pembengkokan = Panjang Busur L (92,63 mm) ÷ (lebar V ÷ 2 = 4 mm) ≈ 23 kali pembengkokan.
5. Hitung dimensi posisi untuk setiap pembengkokan:
Setelah menghitung dimensi posisi untuk pembengkokan pertama, kurangi masing-masing pembengkokan berikutnya sebesar 4 mm (urutan pembengkokan harus direncanakan dari dalam ke luar).
6. Terakhir, hitung sudut pembengkokan untuk setiap pembengkokan:
Hal ini didasarkan pada rumus trigonometri standar.
7. Uji pembengkokan:
Setelah memverifikasi perhitungan, lakukan uji tekuk pada bahan bekas untuk memastikan sudutnya sebelum melanjutkan ke bagian yang sebenarnya.
Metode 2
Perhatikan diagram berikut:
Ketebalan lembaran: 2 mm
Sudut tekuk: 120°
Jari-jari tekuk eksternal: 30 mm
Jari-jari sumbu netral: 29 mm
Untuk tekukan busur, panjang yang dikembangkan didasarkan pada panjang busur sumbu netral. Oleh karena itu, jumlah tekukan dan sudut tekuk per tekukan juga harus dihitung menggunakan panjang busur sumbu netral.
Sumbu netral terletak pada jarak setengah ketebalan lembaran dari permukaan dalam.

Untuk tekukan busur yang ditunjukkan di atas, berapa jumlah tekukan yang diperlukan dan berapa sudut tekuk untuk masing-masing tekukan?
Jika umpan per tekukan adalah 2 mm:
Jumlah Tekukan = Panjang Busur / 2 mm = 30,37 / 2 ≈ 15 tekukan
Sudut Tekuk per Tekukan
= 180 - { (2 / Panjang Busur) × (180 - Jumlah Sudut Tekuk Total) }
= 180 - { (2 / 30,37) × 60 }
= 176°
Jika panjang busur tidak dapat diukur secara langsung selama operasi, sudut tekuk juga dapat dihitung menggunakan rumus berikut:
Sudut Tekuk per Tekukan = 180 - { (2 / (π × Jari-jari Sumbu Netral)) × 180 }
= 180 - { (2 / (3,14 × 29)) × 180 }
= 176°
Untuk menggunakan umpan per tekukan yang berbeda (misalnya, 3 mm), cukup ganti nilai '2' dalam rumus-rumus di atas dengan nilai umpan yang diinginkan.
Rumus-rumus ini memberikan nilai teoretis. Dalam praktiknya, penyesuaian harus dilakukan berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan nilai-nilai yang dihitung sebagai titik awal.






































